Pages

Selasa, 29 Januari 2019

PENILAIAN KINERJA KEPALA SEKOLAH



Merak 29 Januari 2019 Kordinator pengawas melalui k3s Merak dan Grogol yang di laksankan di Aula PGRI Merak. Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut adalah seluruh kepala Sekolah yang ada dilingkungan Kecamatan Grogol dan Merak.
dalam sambutan nya Sukiyo memberikan paparan bahwa kegitan ini adalah kegiatan yang terakhir dalam rangka mensosialisakian PKKS.
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) atau biasa disebut dengan ME (Monitoring dan Evaluasi), ME kepala sekolah merupakan Hajat bagi seorang yang menjabat sebagai Kepala Sekolah baik di sekolah negeri maupun swasta yang dalam pelaksanaannya dinilai oleh pengawas sekolah (PS). Untuk mempersiapkan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah biasanya Kepala Sekolah akan membentuk TIM kecil yang nantinya akan membantu mempersiapkan Administrasi yang dibutuhkan pada saat penilaian kepala sekolah oleh pengawas.
Jabatan Kepala sekolah berkewajiban membimbing serta mengawasi pendidik dan tenaga kependidikan yang berada di satuan pendidikan dan tugas kepala sekolah juga membuat berbagai macam administrasi kepala sekolah nanti semua itu akan dinilai oleh pengawas sekolah sehingga dapat diketahui bagus tidaknya kinerja kepala sekolah dalam kepemimpinannya selama kurun waktu 1 (satu) periode jabatan selama 4 (empat) tahun.

Dengan diterbitkannya Permendikbud terbaru Nomor 6 Tahun 2018, maka kepala sekolah bukan hanya sebagai tugas tambahan, melainkan guru yang diberi tugas sebagai kepala sekolah. Dengan mengacu pada 8 standar kompetensi seorang kepala sekolah mulai berlakunya permendikbud 2018 tersebut, maka tugas utama kepala sekolah menjadi lebih jelas dan tidak harus mengajar.

Dalam hal Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) seorang kepala sekolah haruslah mempunyai sebuah instrumen yang dimana dengan instrumen tersebut akan memudahkan kepala sekolah memberikan penilaian kinerjanya untuk dievaluasi oleh pengawas sekolah.

Sehingga untuk menunjang lancarnya Penilaian Kinerja Kepala Sekolah ada beberapa instrumen penting yang harus diketahui dan dipersiapkan oleh Kepala Sekolah. Berikut beberapa Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah yang harus dipersiapkan beserta Bukti Fisik Instrumen Penilaian Kinerja Kepala Sekolah.

Link Download Instrumen PKKS 2018 Terbaru:

Demikian ulasan singkat materi Download Instrumen PKKS 2018 Terbaru ini dengan harapan dapat mempermudah khususnya Bapak dan Ibu Kepala Sekolah dalam mempersiapkan perangkat pelaksanaan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) di tahun 2018 ini.
Materi Full Kegiatan PKKS Merak Grogol Disini

Selasa, 22 Januari 2019

EKSPOS PK GURU SDN TEGALWANGI




Penilaian adalah suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data sebagai bahan dalam rangka pengambilan keputusan. Dengan demikian, dalam setiap kegiatan penilaian, ujungnya adalah pengambilan keputusan. Penilaian kinerja ketua program keahlian tidak hanya berkisar pada aspek karakter individu melainkan juga pada hal-hal yang menunjukkan proses dan hasil kerja yang dicapainya seperti kualitas, kuantitas hasil kerja, ketepatan waktu kerja, dan sebagainya.
 Mulai tahun ini pemerintah akan menilai kinerja guru yang akan mempengaruhi tunjangan profesi dan kenaikan pangkat, Dengan diterapkannya Penilaian Kinerja Guru 2013,  para guru dituntut untuk mempersiapkan diri terutama di beberapa aspek dalam lingkup kompetensi pedagogik dan professional mereka. Diantara aspek yang dimaksud adalah kegiatan perancangan, pelaksanaan yang mencakup kegiatan awal, inti dan akhir. Sedangkan aspek yang ketiga adalah evaluasi.
Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru meliputi penilaian formatif dan sumatif. Dalam satu tahun pelajaran, sekurang-kurangnya pelaksanaan penilaian kinerja sebanyak dua kali yakni awal tahun pelajaran dan akhir tahun pelajaran. Artinya setiap semester guru akan dinilai kinerjanya.
Jabatan fungsional Guru adalah  jabatan fungsional yang mempunyai:  ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melakukan
kegiatan mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik
Fungsi PKG adalah :
  1. untuk menilai kemampuan guru dalam menerapkan semua kompetensi dan keterampilan yang diperlukan pada proses pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/ madrasah
  2. Untuk menghitung angka kredit yang diperoleh guru atas kinerja pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang dilakukannya pada tahun tersebut
Penilaian terhadap guru dilakukan oleh Kepala Sekolah atau Guru Pembina yang ditunjuk oleh Kepala Sekolah. Syarat penilai:
  1. Menduduki jabatan/pangkat paling rendah sama dengan jabatan/pangkat guru/ kepala sekolah yang dinilai
  2. Memiliki sertifikat pendidik
  3. Memiliki latar belakang yang sesuai dan menguasai bidang kajian guru/kepala sekolah yang akan dinilai
  4. Memiliki komitmen yang  tinggi untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran
  5. Memiliki integritas diri, jujur, adil, dan terbuka
  6. Memahami PK Guru dan dinyatakan memiliki keahlian serta mampu untuk menilai kinerja guru/kepala sekolah
Pengembangan karir profesi guru dapat diperlihatkan pada diagram Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru berikut ini :
PKB
Berikut kumpulan lengkap peraturan, buku pedoman, dan petunjuk teknis PKG yang bisa didownload: :
Pengembanagan keprofesian berkelanjutan (PKB). ) ini diarahkan untuk dapat memperkecil jarak antara pengetahuan, keterampilan, kompetensi sosial dan kepribadian yang mereka miliki sekarang dengan apa yang menjadi tuntutan ke depan berkaitan dengan profesinya itu. Kegiatan PKB ini dikembangkan atas dasar profil kinerja guru sebagai perwujudan hasil Penilaian Kinerja Guru yang didukung dengan hasil evaluasi diri. Bagi guru-guru yang hasil penilaian kinerjanya masih berada di bawah standar kompetensi atau dengan kata lain berkinerja rendah diwajibkan mengikuti program PKB yang diorientasikan untuk mencapai standar tersebut; sementara itu bagi guru-guru yang telah mencapai standar kompetensi, kegiatan PKB-nya diarahkan kepada peningkatan keprofesian agar dapat memenuhi tuntutan ke depan dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya sesuai dengan kebutuhan sekolah dalam rangka memberikan layanan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik. Sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, PKB diakui sebagai salah satu unsur utama selain kegiatan pembelajaran/ pembimbingan dan tugas tambahan lain yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah yang diberikan angka kredit untuk pengembangan karir guru khususnya dalam kenaikan pangkat/jabatan fungsional guru.
BERIKUT APLIKASINYA HASIL PEK GURU SDN TEGALWANGI DISAMPAIKAN DI UPT GROGOL
DOWNLOAD

Rabu, 16 Januari 2019

NILAI UTAMA PENDIDIKAN KARAKTER SDN TEGALWANGI



5 Nilai Utama Karakter Prioritas PPK di Sekolah - Program PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) digagas oleh Kemdikbud sejalan dengan upaya menyukseskan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang digagas Presiden Joko Widodo. Dalam hal ini, lembaga yang menjadi prioritas adalah pendidikan dasar, mulai dari jenjang PAUD, SD, lalu SMP.


Saat ini, program PPK mulai disambut oleh guru-guru dan kepala sekolah. Terbukti dengan diterapkannya program-program khusus di internal sekolah baik dalam bentuk pembiasaan, kegiatan ekstrakurikuler, maupun kokurikuler.



Meski dalam pelaksanaannya ada yang sudah maksimal dan ada juga yang belum, namun setidaknya kita melihat seluruh pihak mulai menyadari begitu pentingnya pendidikan karakter dibudayakan untuk anak-anak di tengah kemerosotan akhlak yang dikeluhkan banyak pihak.



Nah, baru-baru ini Kemdikbud telah merilis 5 nilai (karakter) utama yang harus diprioritaskan dalam melaksanakan PPK di sekolah. Ini menjadi jawaban bagi sebagian guru yang bingung, mau mandahulukan karakter yang mana untuk dibiasakan pada siswa. Sedangkan karakter sendiri jumlahnya banyak (setidaknya ada 18 karakter yang dirilis Kemdikbud beberapa tahun lalu).



Kelima karakter utama prioritas PPK di sekolah adalah sebagai berikut.

1. Religius

Sikap religius mencerminkan keberimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa. Disini siswa ditekankan agar menjadi pemeluk agama yang taat tanpa harus merendahkan pemeluk agama lain. Apalagi saat ini sedang diwacanakan kurikulum anti terorisme, seyogyanya kita sambut dengan melatih siswa untuk selalu mengedepankan toleransi antar umat beragama.

2. Integritas
Integritas artinya selalu berupaya menjadikan dirinya sebagai orang yang bisa dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Siswa yang berintegritas akan berhati-hati dalam menjalin pergaulan, sebab kepercayaan yang diberikan teman-temannya itu mahal harganya.


Dengan maraknya praktik bullying dan perundungan, sekolah perlu membuat kebijakan tegas bahwa siswa di sekolah harus berkata dan bertindak positif antar teman sebagai bagian dari pembiasaan melatih karakter integritas.


3. Mandiri

Mandiri artinya tidak bergantung pada orang lain dan menggunakan tenaga, pikiran, dan waktu untuk merealisasikan harapan, mimpi, dan cita-cita. Mandiri erat hubungannya dengan kesuksesan seseorang. Orang yang hidup mandiri sejak kecil umumnya meraih sukses saat menginjak usia dewasa. Itulah alasan mandiri menjadi karakter terdepan yang harus dimiliki anak sekolah.

4. Nasionalis
Nasionalis berarti menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Untuk memupuk jiwa nasionalis, perlu dimulai dari hal-hal kecil. Seperti mematuhi peraturan sekolah, menjaga kebersihan lingkungan, dan mengikuti upacara bendera dengan khidmat.

5. Gotong Royong
Gotong royong menerminkan tindakan mengahargai kerja sama dan bahu membahu menyelesaikan persoalan bersama. Sudah jelas, tradisi gotong royong semakin lama semakin hilang akibat arus teknologi yang membuat siapapun bisa menyelesaikan pekerjaan sendiri. Hal ini harus diputus salah satunya lewat pembiasaan-pembiasaan di sekolah seperti kerja bakti, mengedepankan musyawarah dan saling menghargai antar teman.


Tentu masih banyak lagi contoh dari masing-masing karakter selain yang saya sebutkan di atas. Dan perlu dipahami bahwa kelima karakter di atas tidaklah berdiri dan berkembang sendiri-sendiri melainkan nilai yang berinteraksi satu sama lain, yang berkembang secara dinamis dan membentuk keutuhan pribadi.



Demikian artikel tentang 5 karakter yang menjadi prioritas utama dalam pelakasaan PPK di sekolah. Semoga bermanfaat...

SLOGAN DAN KATA MUTIARA SEKOLAHKU


SLOGAN
  1. Tidak ada Kata Terlambat Untuk Belajar
  2. Aku Datang lebih Awal Pulang Tepat Waktu
  3. Saya Malu Jika Datang Terlambat
  4. Tepat waktu adalah Cermin Kepribadian
  5. Disiplin itu Indah
  6. Buku Yang Bermanfaat Merupakan Teman Yang Sejati
  7. Kami Datang Untuk Belajar, Kami Pulang membawa Ilmu
  8. Rajin-rajinlah belajar Demi Masa Depan
  9. Belajar adalah Tugas dan Kewajibanku
  10. Membaca Adalah Guru Yang Terbaik
  11. Buku Adalah Jendela Ilmu
  12. Cintailah Buku, Kuasailah Ilmu
  13. Perpustakaan adalah Tempat Bermainku
  14. Sudahkah Kamu Mengerjakan PR ?
  15. Nilai Seseorang Ditentukan Oleh Pengetahuannya
  16. Pengetahuan Adalah Kekuatan Yang Tidak Mengenal Batas
  17. Orang yang Terpelajar menggunakan Waktu luangnya Untuk Belajar
  18. Saya Harus Lulus
  19. Hari Harus Lebih Baik Dari Hari kemarin
  20. Orang yang Tidak punya Cita-cita Bagaikan Burung Tanpa Sayap
  21. Rajin Pangkal Pandai
  22. Nasehat yang Baik adalah Teladan yang  Baik
  23. Gantungkanlah Cita-citamu Setinggi Langit
  24. Ilmu adalah Bekal Masa Depan
  25. Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati
  26. Bersakit-sakit Dahulu Bersenang-senang Kemudian
  27. Saya Bangga Menjadi Anak Indonesia
  28. Go Green
  29. Kawasan Dilarang Merokok
  30. Narkoba No, Prestasi Yes
  31. Bahaya Merokok
  32. Sumpah Pemuda
  33. Stop Pelanggaran
  34. Ayo Sekolah

KATA MUTIARA
  1. Lelah dalam belajar itu biasa,tetapi jangan menyerah dalam belajar 
  2. Buku adalah sahabat bagi orang yang suka membaca
  3. Ilmu yang diperoleh dari sekolah lebih penting dari pada Ijazah 
  4. Allah akan meninggikan derajat bagi orang yang beriman dan berilmu
  5. Ilmu tanpa budi adalah kerapuhan jiwa 
  6.  Bagi pelajar, waktu adalah ilmu
  7. Menuntut ilmu adalah keharusan 
  8. Ilmu tidak akan habis jika dibagi, tidak seperti harta
  9. Ilmu bagaikan kunci emas dalam kehidupan 
  10. Ilmu tanpa agama lumpuh, Agama tanpa ilmu buta
  11. Kebiasaan menyontek dapat meningkatkan kemalasan dalam belajar 
  12. Ilmu tak akan didapat hanya dengan bermalas-malasan 
  13. Belajar bukan ahanya membaca, melainkan juga memaham 
  14. Pendidikan bukan persiapan untuk hidup
  15. Pendidikan adalah hidup itu sendiri(John Dewey)